Lokasi Makam: Jl. Malik Ibrahim, Gapurosukolilo, Kec. Gresik, Kabupaten Gresik, Jawa Timur 61119
Sejarah Singkat: Jauh sebelum Syeikh Maulana Malik Ibrahim datang ke jawa, sebenarnya di daerah utara gresik sudah ada penduduk islam, termasuk di daerah leran, itu dibuktikan dengan adanya penemuan makam Fatimah binti Maimun yang meninggal pada 475 H atau pada tahun 1082 M.
Maulana Malik Ibrahim datang ke pulau jawa sekitar tahun 1404 M beliau berdakwah hingga wafat pada tahun 1419 M. Ada yang mengatakan dan mengisahkan beliau berasal dari Turki dan sempat mengembara ke gujarat sehingga memiliki pengalaman dalam menghadapi masyarakat hindu.
Menurut literatur beliau juga ahli pertanian dan pengobatan, sehingga pada saat itu gresik yang kekeringan dan paceklik akibat perang saudara tiba-tiba saja hasil pertaniannya meningkat tajam, dan orang yang sakit juga banyak yang disembuhkan dengan tanaman-tanaman tertentu yang ditanamnya.
Beliau juga sangat dikenal oleh rakyat jelata, ini disebabkan pada masa itu masyarakat dibedakan menjadi 4 kasta: yaitu brahmana, ksatria, waisya, dan sudra. Kasta sudra adalah kasta terendah pada saat itu, mereka rakyat jelata dan tertindas. Mendengar bahwa didalam islam tidak mengenal kasta, manusia semua memiliki kedudukan sama dan yang membedakan adalah ketakwaan didalam hatinya, maka hal ini dianggap sebagai penolong untuk mengembalikan hak-hak mereka sebagai manusia, maka berbondong-bondonglah mereka ini masuk islam terutama dari kasta sudra dan waisya.
Saat dirasa pengikutnya mulai banyak beliau mulai mendirikan masjid dan membangun pesantren, konsep pesantren ini beliau dapatkan melihat kebiasaan masyarakat hindu dimana para brahmana ini mendidik kader agamanya didalam biara.
Saat beliau merasa hampir semua masyarakat gresik memeluk Islam, beliau menghadap kepada Raja Majapahit Prabu Brawijaya untuk mengajaknya masuk islam, tetapi ajakan ini dijawab dengan penolakan yang diplomatis, sebagai gantinya beliau diberikan wilayah gresik untuk dibawah kepemimpinannya, hal ini juga sebagai strategi agar masyarakat gresik yang sudah mayoritas islam tidak melakukan pemberontakan kepada rajanya yang masih beragama hindu.
Demikianlah kisah hidup Syeikh Maulana Malik Ibrahim, beliau wafat di Gresik pada tahun 882 H atau 1491 M.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar